BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saat ini pasti setiap orang sering mendengar istilah globalisasi. Berbagai kecanggihan teknologi masuk dengan mudahnya ke dalam dunia masyarakat kita. Salah satunya yaitu penggunaan internet.
Internet perlahan-lahan mulai menggeser budaya pembelian (pemesanan) tiket dari cara konvensional menjadi lebih modern atau yang sering disebut booking online (online booking). Pada awalnya penerapan pembelian tiket secara online sekitar tahun 1998 hanya mencapai satu persen lalu naik menjadi dua persen pada tahun 1999. Bahkan pada saat ini sudah mencapai tiga persen. Penjualan tiket melalui website meningkat dari empat persen tahun lalu menjadi 6,5 persen tahun ini.
Fenomena ini mendorong para ilmuan dan marketer untuk mempelajari lebih dalam apa yang menjadi penyebab pertumbuhan penjualan melalui internet. Maka munculah berbagai penelitian tentang internet marketing terkait dengan pembelian atau pembelanjaan melalui internet (online shoping). Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan itulah para pengusaha menjadi lebih tertantang dalam menjalankan bisnisnya, sebab prospek penjualan melalui internet (online shoping) semakin terlihat menjajikan.
1.2 Tujuan Penulisan
1. Dapat mengetahui lebih jauh mengenai penerapan Sistem Informasi Manajemen pada transportasi.
2. Dapat mengetahui lebih lanjut mengenai e-ticketing (pemesanan tiket melalui internet).
3. Dapat mengetahui lebih jelas mengenai apa manfaat, keuntungan, kerugian, kelemahan dan kelebihan dari e-ticketing.
4. Dapat mengetahui bagaimana cara penerapan e-ticketing itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari.
5. Dapat mengetahui siapa saja yang dapat menggunakan e-ticketing dan apa saja masalah-masalah yang muncul dari penggunaan e-ticketing.
1.3 Sistematika Penulisan
Makalah ini terdiri dari 3 (tiga) bab :
Bab I yaitu pendahuluan, yang terdiri dari:
1.1 Latar belakang,
1.2 Tujuan penulisan
1.3 Sistematika penulisan.
Bab II yaitu isi, yang terdiri dari :
2.1 Pengertian Sistem Informasi Manajemen (SIM)
2.2 Penerapan SIM pada transportasi
2.3 Pengertian E-Ticketting
2.4 Manfaat E-Ticketting
2.5 Langkah-langkah E-ticketing
2.6 Infrastruktur yang digunakan
2.7 Perkembangan E-ticketing di Indonesia.
Bab III yaitu penutup, yang terdiri dari:
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran.
BAB II
ISI
2.1 Pengertian Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Sistem adalah suatu susunan yang teratur dari kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dan susunan prosedur-prosedur yang saling berhubungan, yang melaksanakan dan mempermudah kegiatan-kegiatan utama organisasi/institusi.
Informasi adalah data yang telah diproses / diolah sehingga memiliki arti / manfaat yang berguna. Sedangkan yang dimaksud dengan data adalah fakta – fakta, angka-angka, statistik-statistik yang dapat menghasilkan kesimpulan..
Manajemen :
- Sebagai Proses kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan secara bersama-sama atau melibatkan orang lain demi mencapai tujuan bersama.
- Sebagai Subjek seseorang atau sekelompok orang yang melaksanakan kegiatan tersebut.
Sistem Informasi Manajemen adalah jaringan prosedur pengolahan data yang dikembangkan dalam suatu sistem yang terintegrasi dengan maksud memberikan informasi baik yang bersifat intern maupun ekstern kepada pihak manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan. Pengertian lain sistem informasi manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi secara rasional dan terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara, guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan .
Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Output informasi digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah.
Ada beberapa faktor yang membuat SIM menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajer harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakin rumit. Salah satu alasan dari kerumitan ini adalah semakin meningkatnya kerumitan di dunia bisnis dengan munculnya peraturan dari pemerintah. Lingkungan bisnis bukan hanya rumit tetapi juga dinamis. Oleh sebab itu manajer harus membuat keputusan dengan cepat terutama dengan munculnya masalah manajemen dengan munculnya pemecahan yang memadai.
SIM yang baik adalah SIM yang mampu menyeimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat biaya, meningkatkan pendapatan serta tak terukur, yang muncul dari informasi yang sangat bermanfaat. Tujuan sistem informasi manajemen adalah memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam subunit organisasional perusahaan. SIM menyediakan informasi bagi pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model matematika .
2.2 Penerapan SIM Pada Transportasi
Keberhasilan dari pembangunan tidak terlepas dari peran aktif dari semua sektor terutama sektor transportasi. Luasnya wilayah jasa pelayanan angkutan darat yang harus dapat dijangkau, yang meliputi seluruh wilayah Indonesia, maka perlu dilakukan suatu penanganan khusus dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi yang aman, selamat, mudah dijangkau, berdaya saing dan terintegrasi.
Pengelolaan pelayanan transportasi dalam skala nasional merupakan pekerjaan yang kompleks. Pekerjaan ini harus memperhitungkan berbagai sub mode transportasi baik umum maupun pribadi, berbagai event-event rutin maupun khusus yang dapat meningkatkan beban transportasi seperti angkutan lebaran, natal dan tahun baru, liburan, bencana alam, kondisi operasional di lapangan (kemacetan lalu lintas yang semakin parah di kota-kota besar dan metropolitan), perkembangan sarana-prasarana transportasi dan juga tindakan-tindakan pihak-pihak lain yang dapat mengganggu jalannya pelayanan jasa angkutan. Dalam penyelenggaraan transportasi, sangat perlu kecepatan informasi agar setiap permasalahan dapat diatasi secara cepat dan semaksimal mungkin.
Kondisi tersebut perlu dan harus didukung dengan sistem teknologi informasi untuk transportasi yang handal, yang mampu saling mendukung dan terpadu dengan sistem–sistem lainnya. Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas di bidang transportasi, maka suatu sistem yang berbasis teknologi informasi yang terintegrasi ditingkat regional maupun nasional, merupakan suatu kebutuhan utama, mengingat tantangan tugas masa depan yang dituntut untuk mampu menyediakan pelayanan.
Transportasi dengan cepat, tepat, konsisten dan mudah selalu tersedia setiap saat (Timely Available) itulah yang kini menjadi tuntutan dari masyarakat. Guna mewujudkan sistem tersebut, pada saat ini hal tersebut sangat dimungkinkan dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi yang didukung pula oleh perkembangan kemampuan sumber daya manusia di Indonesia dalam penguasaan teknologi informasi. Dalam perencanaan pembangunan transportasi, pemanfaatan data base dengan menggunakan teknologi informasi berbasis GIS (Geografic Information Sistem) sangat diperlukan. Pada tingkat operasional guna mengatasi permasalahan lalu lintas di tingkat lokal maka penerapan Program Aplikasi Pengendalian Lalu Lintas seperti ATCS/ITCS (Area Traffic Control System/Integrated Traffic Control System), ITS (Intelegent Transport System), sedangkan ditingkat regional dan nasional pengembangan Transportation Management Centre (TMC) merupakan salah satu solusi terbaik dari sistem teknologi informasi yang dapat dikembangkan.
Selain daripada itu dalam rangka melayani kebutuhan informasi transportasi bagi masyarakat dan penerapan e-governance, penggunaan website, call centre, sms centre merupakan media informasi yang efektif dan effisien, sedangkan untuk kelancaran dan kemudahan pelayanan transportasi, pengunaan smart card dimasa datang akan menjadi suatu kebutuhan.
2.3 Pengertian E-Ticketing
E-ticketing atau electronic ticketing adalah suatu cara untuk mendokumentasikan proses penjualan dari aktifitas perjalanan pelanggan tanpa harus mengeluarkan dokumen berharga secara fisik ataupun paper ticket . Dengan kata lain electronic ticket (e-ticket) adalah sebuah metode pembelian tiket penumpang pesawat tanpa harus memerlukan pencetakan kertas sebagai bukti pembayaran tiket. Semua data pembelian tiket sudah masuk dalam server sistem airline, sehingga mempermudah proses transaksi penjualan / pembelian tiket. E-ticketing mengurangi biaya proses tiket, menghilangkan fomulir kertas dan meningkatkan fleksibilitas penumpang dan agen perjalanan dalam membuat perubahan-perubahan dalam jadwal perjalanan.
E-ticketing digunakan untuk melayani pembelian kursi penumpang pesawat terbang. Bentuk tiket ini kini telah banyak menggantikan fungsi tiket kertas (paper ticket) yang lama. Tiket Elektronik juga memperkecil biaya pelayanan airlines, sehingga harga tiket juga dapat ditekan. Tiket semacam ini digunakan juga untuk voucher hotel, dan tiket hiburan tertentu.
Sistem e-tiket ini memiliki banyak keuntungan atau kelebihan antara lain : proses transaksi pemesanan atau pembayaran tiket lebih cepat dan mudah karena bisa dilakukan melalui telpon atau online website. Memperkecil kemungkinan tiket hilang atapun juga di curi, dan tidak perlu lagi repot membawa tiket karena cukup menunjukkan kartu identitas serta kode booking saat akan terbang
Sejalan dengan perkembangan teknololgi informasi, internet kini muncul sebagai alternative system distribusi informasi travel. Internet merupakan medium yang sempurna untuk menjual paket perjalanan, karena internet sanggup membawa jaringan supplier yang luas dan basis kostumer yang besar ke sebuah market place terpusat. Adapun pengertian lain dari E-Ticketing, atau penjualan tiket online, merupakan salah satu cara bagi orang untuk membeli tiket untuk acara lokal. Merupakan fasilitas pemesanan tiket online yang dirancang untuk membantu kelompok masyarakat yang tidak memiliki akses ke sistem jenis ini. Hal ini memungkinkan kelompok-kelompok masyarakat untuk meningkatkan kegiatan dan menjual tiket secara online melalui. situs web.
Kita tak perlu lagi menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan ‘keamanan’ tiket bepergian nantinya. Lupakan resiko hilangnya tiket, dicuri, tertinggal, atau bahkan tercebur air. Bahkan E-ticketing memungkinkan anda, membelikan tiket untuk kerabat pada saat mendadak. Kemudahan yang demikian ini, merupakan bukti komitmen Garuda Indonesia terhadap konsumennya. Siapapun dapat membeli tiket pada sistem online. Kita harus mendaftar pada sistem pembayaran kami untuk menggunakan sarana. Ini adalah proses yang sangat sederhana dan membantu untuk menyimpan data bagi yang telah membeli tiket. Akan tetapi proses pendaftaranpun harus tetap dilakukan sebagai syarat dalam melakukan pembelian tiket online .
2.4 Manfaat E-Ticketing
E-ticketing dengan cepat menjadi standar industri dan sekarang tersedia untuk Saat ini pembelian tiket baik untuk bepergian memakai travel agent, maskapai penerbangan ataupun untuk suatu event tidak lagi hanya mengandalkan sistem manual. Tetapi customer bisa memesannya jauh-jauh hari tanpa harus datang langsung ke kantor yang bersangkutan, yaitu melalui sistem e-ticketting.
Adapun manfaat e-ticketing bagi Agent adalah sebagai berikut :
Hemat biaya
Mengurangi biaya yang terkait dengan pencetakan dan mailing tiket ke pembeli. Menghilangkan atau mengurangi memerlukan tiket untuk stok, amplop dan pos.
Hemat biaya tenaga kerja
Mengurangi tenaga kerja yang terkait dengan pencetakan dan mailing tiket.
Aman dan Aman
E-Tiketiselamat dan aman. Barcode validasi menghilangkan kemungkinan palsu dan duplikat tiket.
Kehadiran atau Pelaporan
Cari tahu berapa banyak e-tiket patrons anda dihadiri pada saat acara dan ketika mereka tiba.
Instant Pengiriman
Pembeli senang karena mampu mencetak tiket mereka segera. Tidak perlu menunggu surat atau mengantri di acara tersebut. Pelanggan dapat mencetak tiket elektronik mereka segera setelah mereka membelinya. Informasi tambahan E-Tiket menyediakan ruang untuk tambahan informasi seperti peta jalan, arah, dan informasi lain yang mungkin dibutuhkan pelanggan.
Periklanan
E-Tiket menyediakan kemampuan unik untuk periklanan. Meningkatkan pendapatan perusahaan dengan menawarkan ruang iklan pada web perusahaan .
Adapun manfaat e-ticketing bagi konsumen adalah sebagai berikut :
Terhindar dari kehilangan tiket pesawat secara fisik, karena pada dasarnya, setelah kode booking dikonfirmasi, nama penumpang telah tercatat di sistem airlines.
Penumpang terhindar dari resiko void tiket yang disebabkan kesalahan penulisan pada paper ticket oleh travel agent.
Penumpang tidak perlu bertemu secara fisik dengan travel agent karena e-ticket bisa didapat melalui email, fax atau hanya berupa sms code booking, dan pembayaran bisa dilakukan dengan transfer via ATM atau internet/sms banking.
Biaya komunikasi antara penumpang-travel agent dapat di tekan melalui komunikasi internet yang sudah sangat mudah diakses di mana-mana.
2.5 Langkah-Langkah E-Ticketing
Elektronik tiket (e-ticket) pada intinya adalah lembaran print out reservasi dari sistem reservasi maskapai penerbangan. Yang artinya, tanpa print out pun, penumpang sudah terdaftar sebagai penumpang di maskapai yang bersangkutan.
Dalam proses e-ticketing terdapat beberapa langkah yang dapat dilakuklan guna mempermudah penumpang dalam pemesanan tiket secara online. Dimana dengan e-ticketing penumpang tidak perlu repot mengantri dalam memesan tiket serta bisa memesannya kapanpun dan dimanapun. Hal tersebut dapat dilakuan melalui reservasi online.
Berikut ini contoh alur aplikasi e-ticketing
2.5.1 Formulir Input
Berikut ini gambar proses reservasi online
Hal-hal yang diperlukan dalam reservasi online adalah sebagai berikut:
- Jadwal Penerbangan
- Booking
- Ticketting
- Pembayaran
Berikut ini gambar cara pembayaran dalam proses reservasi online
2.5.2 Formulir Output
Setelah reservasi dilakukan, e-ticket akan tampil sebagai catatan digital bagi komputer airline. Pelanggan biasanya mencetak / print salinan bukti reservasi berisikan kode booking atau nomer reservasi dan nomor e-ticket itu sendiri.
Kini tiket pesawat dapat berupa:
- Print out email
- Fax
- Hanya menyebutkan kode booking
Berikut ini contoh bentuk ticket yang didapat dari reservasi online
Pada saat check in dengan e-tiket, penumpang biasanya datang ke konter check-in dan menunjukkan kode booking atau kode konfirmasi. Airlines tertentu bahkan tidak membutuhkan kode booking, selama reservasi dapat dipastikan dengan Kartu identitas penumpang. Setelah reservasi telah dikonfirmasi, penumpang dapat check-in bagasi dan diberikan boardingpass.
2.6 Infrastruktur yang digunakan
Dalam era globalisasi ini, dunia bisnis semakin berkembang dan berlomba-lomba untuk mencari pelanggan. Penerapan teknologi sangat mendukung keberhasilan seseorang ataupun perusahaan dalam mencapai tujuannya. Tentu saja Sistem Informasi harus diterapkan dengan efektif dan efisien. Seperti halnya program e-ticketing yang sangat mempermudah penjualan tiket secara online. Program e-ticketing harus dirancang sedemikan rupa, hingga menjadi suatu program yang bisa digunakan sebagai cara penjualan tiket dengan cepat. Untuk membuat program tersebut, diperlukan infrastruktur yang tangguh . Adapun beberapa contoh infrastrutur yang digunakan adalah sebagai berikut:
Hardware
Komputer, terdiri dari :
CPU
Monitor
Keyboard
Hard disk
Dll
Software
Web Server
Apache
MIIS ( Microsoft Internet Information Service)
Perangkat Lunak Basis Data
DB2
Visual Fox Pro
Oracle
Visual dBase
MySQL
Dll
Bahasa Pemograman
Basic Visual Basic, VBScript
Java JavaScript
Turbo Pascal
PHP
Turbo C++
Dll
2.7 Perkembangan E-Ticketing di Indonesia
Penetrasi penggunaan tiket elektronik di Indonesia erada pada urutan kedua di kawasan Asia Pasifik. Laporan statistik Asosiasi Perusahaan Penerbangan Internasional (IATA) menyebutkan, hingga Maret 2007, penetrasi penggunaan elektronik tiket di Indonesia sudah mencapai 82 %.
Posisi itu lebih tinggi dari rata-rata penetrasi penggunaan tiket elektronik berbagai maskapai penerbangan di Asia Pasifik yang hanya 67%. Bahkan, pencapaian Indonesia pun lebih tinggi dari rata-rata dunia yang mencapai 79 %. Posisi pertama ditempati Selandia Baru yang mencapai penetrasi hingga 87,86 %. Australia menempati urutan ketiga penetrasi penggunaan tiket elektronik 81,28 %.
Penggunaan sistem tiket elektronik di Indonesia diawali oleh PT. Garuda
Indonesia pada Maret 2006. Migrasi sistem yang dipakai maskapai penerbangan domestik di Indonesia dari paper ticket ke electronic ticket telah diadaptasi oleh Garuda Indonesian airways, Airasia, Mandala-air, dan Batavia air. Lion-air juga telah mengaplikasikan sistem e-tiket ini. Namun berbeda dengan maskapai lainnya, Lion air menggunakan e-ticket bagi penumpang langsung, bukan untuk didistribusikan melalui travel agent.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sistem Informasi sangat berpengaruh terhadap perkembangan industri dalam segala aspek yang dapat diaplikasikan dalam dunia bisnis baik itu perusahaan dagang maupun perusahaan jasa. Dengan sistem informasi, semua kegiatan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien. Semua manfaat dari penerapan system informasi sangat dirasakan baik itu dari pengusaha (produsen), distributor/agen, hingga konsumen secara langsung.
Kini waktu menjadi hal yang sangat bernilai untuk setiap konsumen yang memiliki tingkat kesibukan yang tinggi. Sehingga konsumen akan cenderung memilih sesuatu yang cepat dan sederhana, Untuk itu e-ticketing merupakan pernerapan system informasi yang sangat tepat guna mengatasi kebutuhan konsumen dalam hal ini pembelian ticket yang sangat sederhana dan cepat
3.2 Saran
Sistem informasi merupakan hal yang sangat positif yang mampu memberikan banyak keuntungan bagi setiap perusahaan baik dagang maupun jasa
Perusahaan harus menyediakan sarana informasi melalui website guna mempermudah konsumen untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan serta melakukan transaksi dalam hal ini pembelian ticket secara online
DAFTAR PUSTAKA
- http ://google.com/united airlines/online booking
- http : //en.wikipedia.org/wiki/management-information-system
- Materi mata kuliah sistem informasi manajemen
- http://en.wikipedia.org/wiki/Electronic_ticket
- http ://google.com/e-ticketting system/garuda indonesia
- http://www.irctc.co.in/eticketsguide.html
- http://www.batavia-air.co.id
- http://cipaganti.co.id
Saturday, September 5, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment